A. A. Navis

A. A. Navis

31 Quotes

Jarang sekali laki-laki yang sukses itu tetap setia pada istrinya yang pertama.

Kota dan kemewahannya adalah sarang kelaknatan. Pergi ke kota berarti kita memasukkan diri kita kancah yang laknat. Tidak banyak orang yang bisa tangguh mempertahankan imannya.

Orang-orang yang merantau itu pada masa permulaannya yang kadang-kadang panjang itu tenggelam seperti batu jatuh ke lubuk di rantau orang.

Kalau Tuhan punya mau, memang tak seorang pun yang kuasa menghalanginya. Itu adalah takdir-Nya. Tapi, ada dua macam takdir. Takdir dan takdir yang diiringi dengan ikhtiar.

Meminta kepada Tuhan sudah sepatutnya. Memang kepada Tuhan-lah kita meminta. Akan tetapi, meminta yang bukan-bukan, Tuhan akan marah pula.

Berterimakasihlah pada Tuhan. Karena Dialah yang telah menggerakkan hatiku berbuat demikian.

Tidak usah kita mencoba-coba menentang cobaan yang dilontarkan iblis.

Tuhan telah mengatur alam ini dengan aturannya. Ada musim hujan, ada musim kemaraunya. Kalau kita minta hujan di musim kemarau, itu artinya kita minta supaya Tuhan mengubah aturannya.

Allah akan mengutuki perempuan yang memuja laki-laki lebih dari memuja Tuhan.

Hanya dengan bekerja giat orang akan dapat memperbaiki taraf hidupnya.

Tidak selamanya orang dapat menepati janjinya. Tapi, tidak menepati janji dengan sengaja, itulah mungkir. Orang yang mungkir, munafik.

Tidak baik menyalahkan istri sendiri pada orang lain.

Memang Tuhan takkan memberi kita hujan kalau musim kemarau tiba.

Tawakallah pada-Nya. Kalau kau tawakal, Tuhan akan menolongmu.

Telah ditakdirkan rupanya bahwa mulut manusia bukan semata untuk makan saja, juga untuk bicara. Untuk makan ada hingganya, yakni sampai kenyang. Tapi untuk bicara manusia takkan puas-puasnya.

Menolong orang yang kesulitan yang besar pahalanya.

Tapi, dosa karena membiarkan diri dengan sadar melanggar larangan Tuhan, tidak akan diampuni Tuhan.

Kalau di sini sangat sempit hidupku, mungkin di tempat lain Tuhan membukakan pintu rezeki selapang-lapangnya buatku.

Kota tidak bisa menentramkan hati.

Pedomannya hanya satu untuk melawan dosa itu, yakni berpegang teguh pada aturan Tuhan, mengerjakan suruhan-Nya dan menghentikan apa yang dilarang-Nya.

1 of 2
1 2