Aku wanita yang menyedihkan dalam sebuah hubungan. Kamu tahu kenapa? Ya. Aku memang terlalu kasar sebagai seorang wanita. Kemudian ditambah lagi dengan kelakuan Papaku yang terlalu baik. Dia melihat potensiku yang tertutup dengan kemampuan menghajarku, membuatnya bersedia menawarkan jabatan ataupun kekayaannya pada para pria yang bisa menerimaku sebagai pasangan. Tapi itu justru menyiksaku. Itu membuatku merasa terhina!
Aku bukan cewek yang putus asa sampai harus menerima lamaran setiap orang. Buatku, pernikahan itu butuh cinta, bukan hanya rasa tanggung jawab saja.
Aku cuma minta supaya kamu jangan seenaknya. Mulai sekarang jangan lakukan itu! Jangan jadi wanita menyebalkan.
Seseorang yang sudah tidak punya perasaan apa pun dengan mantan pasangannya, nggak akan menolak seperti itu. Kamu memang sakit hati sama dia, tapi kamu masih cinta!
Daripada cerewet gitu, mending nikah sana. Ngapain ketawa? Belum nikah juga kan? Gak usah ngetawain sesamanya deh!
Diva, Papa emang nyebelin suka jodoh-jodohin kamu, suka kentut sembarangan, hobi senam-senam nggak jelas, tapi Pap masih tetap Papamu. Papa tahu, Papa suka ambil keuntungan dari jodoh-jodohin kamu sama perusahaan kita, tapi Papa masih tetap menempatkan kamu sebagai anak Papa, juga harus Papa sayang dan Papa jaga. Cerita semuanya!