Bolehkah kupesan hatimu? Untuk menghangatkan hatiku yang nyaris beku bila tanpamu. Atau, bolehkah kupesan senyummu saja? Senyummu yang seperti candu, membuatku sulit memejamkan mata karena selalu rindu melihat garis lengkungan manis di bibirmu itu.
Mayra ternganga melihat seluruh halaman yang berisi satu pertanyaan. ?Will you marry me?? Nyaris saja Mayra memekik dan menjatuhkan buku itu ketika ia membuka halaman selanjutnya. Lembarannya tak tertulis apapun, tapi ditengah halaman-halaman sisa buku tersebut bersemayam sebuah cincin bermata biru.
Cha, kalau kamu memang nggak tahan hidup bareng aku, ya aku bisa apa? Tapi, kalau alasan kamu mau berpisah denganku agar aku bahagia? please, don?t do that. Percuma. Aku udah milih untuk bersama kamu. Aku udah janji sama kamu untuk mencintai kamu dan aku akan menepatinya, Cha.
Aku tidak mengerti apa yang aku rasakan. Berhari-hari bersamanya,menghabiskan waktu demi waktu dalam kemanjaan dan pertengkaran kecil, serasa menjadi oksigen baru dalam hidupku. Mungkin, baru sebentar kami saling mengenal, tetapi tidak kumengerti mengapa aku rela memberikan hati dan hidupku untuknya.
Mungkin, kau akan ragu ketika cinta yang kau dapatkan masih separuh hati ketika kau terima. Ke mana pun kau pergi, masa lalu akan menjadi kepingan cerita yang mengusik dan mengganggu perasaanmu.
Aku tahu. Dia akan bahagia jika hidup bersama orang yang dicintainya.Tapi, apa hanya itu satu-satunya cara untuk membuatnya bahagia? Bukankah pernah ada yang mengatakan bahwa hidup bersama orang yang mencintaimu, itu akan membuatmu bahagia?
Ketika dua orang saling mencintai begitu dalamnya, mereka akan menemukan cara berkomunikasi yang lain.
Kita tidak terbiasa membiarkan waktu hilang begitu saja tanpa kita tahu, selalu ada cerita di tiap menit kita, bukan?