Sosok itu masih saja berdiri di jendela ruangan UKS yang tirainya setengah terbuka. Membuat sosok itu kian terlihat jelas. Menatapnya dengan mata nyalang. Rambut panjang yang gembel dan lurus kaku. Wajah yang penuh darah dan pucat.
Ada seorang kakek tua. Tubuhnya hitam legam. Rambutnya terurai panjang banget. Tapi dia nggak jahat. Dia baik sekali. Aku diajaknya bermain keliling halaman, terus berhenti di bawah pohon tempat kita ngobrol kemarin. Di halaman belakang sekolah, habis itu aku terbangun.
Esok harinya, aku, Nabila, dan Darwin menemukan bahwa tidak ada murid yang bernama Nabila di kelas 3A.
Tubuhku gemetar, kucoba mencerna semua kalimat Mas Nuri, meski aku masih sulit percaya, ?Mas, apa mereka nggak bisa diusir atau minimal dipindah sementara. Biar tidak mengganggu putri di kelas?