Waktu, cintaku, bukanlah kosmetik kecantikan Waktu ialah caramu memberi harga pada kehidupan. Seperti tungku, waktu, mematangkan jiwamu Dan cinta tak pernah menjadi masa lalu.
Seseorang akan benar-benar menikmati pengembaraan ketika ia telah benar-benar terbebas dari bayangan pulang.
Benarkah masih ada keindahan yang begitu menakjubkan di tengah dunia yang telah berubah menjadi tempat pembantaian?
Membiarkan kepala laki-laki itu terkulai di pangkuannya, merasakan sisa hangat tubuh laki-laki mengeropos itu dalam pelukannya, sebelum akhirnya kematian mengecup kelopak matanya yang rapuh dan lelah.
Kekasihku, selalu ada yang pantas kita muliakan Yang membuat kita akan terus bertahan Bahkan dalam kepedihan.
upandangi langit lembut itu Seakan berada dalam keluasan matamu; Dan kutemukan sebuah dunia Yang lebih ajaib dari surga.
AKU sudah resmi jadi orang miskin,? katanya, sambil memperlihatkan Kartu Tanda Miskin, yang baru diperolehnya dari Kelurahan. ?Lega rasanya karena setelah bertahun-tahun hidup miskin akhirnya mendapat pengakuan juga.