Allah memang penulis skenario terhebat. Seandainya saja Dia mengizinkankU lulus di Nokodai atau Chibadai, tentu kegembiraan yang kurasakan tidak sebesar ini. Ada kemungkinan juga karena merasa cukup, membuatku malas belajar, aku tidak akan lulus Tokodai.
Ketika para perantau pulau, tidak hanya setumpuk uang yang dibawa, tetapi juga sebuah pengalaman untuk ikut berkontribusi membangun bangsa.
Tapi apa memang persahabatan bisa kendur karena jarak? Aku yakin inti persahabatan tentu tidak rusak tapi jarak dan tempat tidak bisa berdusa, berpisah secara fisik bisa merenggangkan keintiman persahabatan karena tidak lagi disirami oleh pertemuan, canda, dan diskusi.
Jangan mau sedih, marah, kecewa, dan takut karena ada faktor luar. Kalian lah yang berkuasa terhadap diri kalian sendiri, jangan serahkan kekuasaan kepada orang lain
Sejarah bukan seni bernostalgia, tapi sejarah adalah ibrah, pelajaran, yang bisa kita tarik ke masa sekarang, untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
Kita awal mulanya makhluk rohani, yang kemudian diberi jasad fisik oleh Tuhan dengan tugas menghamba kepada Dia dan menjadi khalifah untuk kebaikan alam semesta. Kalau kedua peran ini bisa kita jalankan, aku yakin manusia dalam puncak bahagia.
Menurut Pak Kiai kamu, pendidikan Pondok Madani (PM) tidak membedakan agama dan non agama. Semuanya satu dan semuanya berhubungan. Agama langsung dipraktekkan dalam kegiatan sehari-hari. Di Madani, agama adalah oksigen, dia ada di mana-mana.
Jangan menunda-nunda sesuatu yang penting, karena kalau hilang bisa hilang selamanya. Yang ada hanya penyesalan yang akan hadir selamanya.
Jika kita betul-betul tulus ikhlas bekerja, berusaha, dan berdoa setiap hari, tidak ada mimpi yang tidak bisa terwujud. Tidak ada mimpi yang terlalu besar dan kandas sia-sia.
Dulu kami tidak takut bermimpi, walau sejujurnya juga tidak tahu bagaimana merealisasikannya. Tapi lihatlah hari ini, setelah kami mengerahkan segala ikhtiar dan mengenapkan doa, Tuhan mengirimkan benua impian ke pelukan masing-masing.
Hidup, raga, roh, suami, istri, orang tua, anak, keluarga, uang, materi, jabatan, kekuasaan. semua adalah titipan sementara, Pemilik sebenarnya cuma Dia.
Jiwa keikhlasan dipertontonkan setiap hari di PM. Guru-guru kami yang tercinta dan hebat-hebat sama sekali tidak menerima gaji untuk mengajar. Mereka semua tinggal di dalam PM dan diberi fasilitas hidup yang cukup, tapi tidak ada gaji. Dengan tidak adanya ekspektasi gaji dari semenjak awal, niat mereka menjadi khalis. Megajar hanya karena ibadah, karena perintah Tuhan.