Ahmad Zaini

Ahmad Zaini

13 Quotes

Kau dapat membuang kesialan hidupmu dengan melarungkan bersama gelombang ke tengah laut yang bertabur cahaya purnama..

Keistimewaan angin laut dan wanita itu semakin sempurna ketika senja menyembunyikan pucuk-pucuk cemara.

Lagi-lagi air mata bening meluncur dari kantong matanya. Air mata kegalauan dalam menentukan nasib hidupnya yang tak menentu.

Tidak usah risau. Duduklah semalam suntuk di sini untuk menumpahkan semua kekesalan hidupmu.

Riak gelombangnya merayakan purnama seperti masa kecilku yang menghabiskan cahya purnama dengan bermain kejar-kejaran bersama teman sebaya sampai suntuk.

Dia benar-benar tenggelam dalam genangan pengalaman pahitnya.

Aku menatap wajah ayunya yang bersembunyi di balik indah rambutnya.

Angin laut yang selalu menyelinap lewat celah rumahku tanpa permisi itu kunikmati sendiri sambil duduk memagut waktu sepi.

Lentik pucuk cemara bergoyang rapi.

Hembusan angin laut kala senja benar-benar istimewa saat itu. Semilir tiupannya biasanya kurasa sendiri dalam bilik rumah berdinding bambu.

Jangan beranjak dulu sebelum gumulan purnama melepas malam.

Bukan. Aku sudah lepas darinya. Meskipun luka jiwaku karenanya masih menganga.

Ia termangu memandangi purnama yang semakin sempurna.