Kau dapat membuang kesialan hidupmu dengan melarungkan bersama gelombang ke tengah laut yang bertabur cahaya purnama..
Keistimewaan angin laut dan wanita itu semakin sempurna ketika senja menyembunyikan pucuk-pucuk cemara.
Lagi-lagi air mata bening meluncur dari kantong matanya. Air mata kegalauan dalam menentukan nasib hidupnya yang tak menentu.
Riak gelombangnya merayakan purnama seperti masa kecilku yang menghabiskan cahya purnama dengan bermain kejar-kejaran bersama teman sebaya sampai suntuk.
Angin laut yang selalu menyelinap lewat celah rumahku tanpa permisi itu kunikmati sendiri sambil duduk memagut waktu sepi.