Aku selalu mempercayai Tuhan. Aku juga berpikir bahwa kepercayaan itu datang sebagai bagian dari perlengkapanmu, kemampuan untuk percaya, atau beberapa poin dalam hidupmu, ketika kamu berada di posisi dimana kamu betul-betul membutuhkan pertolongan dari sebuah kekuatan yang lebih besar darimu, kamu sudah membuat persetujuan.
I was in enough to get along with people. I was never socially inarticulate. Not a loner. And that saved my life, saved my sanity. That and the writing. But to this day I distrust anybody who thought school was a good time. Anybody.
The most important things are the hardest things to say. They are the things you get ashamed of because words diminish your feelings - words shrink things that seem timeless when they are in your head to no more than living size when they are brought out.
Dan sebagai seorang penulis, satu hal yang selalu membuatku tertarik adalah merusak zona nyaman. Karena itulah yang harusnya aku lakukan. Selalu ingat dan membuatmu melakukan sesuatu.
Orang-orang ingin tahu mengapa aku melakukannya, mengapa aku menulis sesuatu yang kasar. Aku senang mengatakan pada mereka bahwa aku memiliki hati seorang anak dan aku meletakkannya di meja kerjaku.
Setiap buku yang kamu ambil memiliki pelajarannya tersendiri, dan sangat seringkali buku yang jelek mengajarkan lebih banyak daripada buku yang baik.
You see something, then it clicks with something else, and it will make a story. But you never know when it's going to happen.
Menulis adalah mencipta, dalam suatu penciptaan seseorang mengarahkan tidak hanya semua pengetahuan, daya, dan kemampuannya saja, tetapi ia sertakan seluruh jiwa dan nafas hidupnya.
The place where you made your stand never mattered. Only that you were there... and still on your feet.