Wahyuningrat

Wahyuningrat

13 Quotes

Terkadang menjelang pernikahan, kita akan dibawa mengenang ke masa-masa sebelumnya.

Butuh banyak orang dengan visi yang sama. Mungkin belum bisa sekarang, tapi nanti. Mau nggak mau, lo harus bertahan dulu sebelum bisa mencapai posisi jadi pembuat kebijakan.

Cerminan Indonesia banget, sudah di luar negeri masih bawa-bawa nama kampung.

Manusia itu dikutuk terus-menerus untuk membuat pilihan demi pilihan dalam hidup.

Shalat lo aje masih bolong-bolong, mending lo cari makan jangan yang nambah dosa, deh.

Tapi mana ada cinta sejati yang diperoleh tanpa perjuangan?

Kalau semua orang memilih pekerjaan yang di luar sistem, terus siapa yang ngejalanin negara kite? Mungkin gue dipilih untuk melakukan pekerjaan yang nggak bisa dilakukan orang lain.

Giliran kenalan sama cewek cakep aja namanya jadi bagus.

Kalau cowok perokok keretek diberi pilihan antara gengsi dan menelan gengsi demi kesempatan mendapat rokok keretek di tengah hujan badai, tentunya itu bukan pilihan sulit.

Walau sekarang gue ngerti kalau orang Indonesia yang kerja di luar negeri juga bisa ikut ngasih sumbangsih, gue tetep berpendapat kalau Indonesia masih butuh orang pinter di dalam negeri. Ibaratnya rumah, ye. Biar kompleks rumahnye dibikin cakep dari luar, ada taman segala, tapi kalau dari dalem nggak ada yang piara, nggak ada yang bersihin, kan, lama-lama ambruk tu rumah!

Yang sulit didapatkan pasti terasa lebih berharga.

Manusia dalam bersabar kadang ada batasnya.

Siapa bilang anak Betawi nggak bisa sekolah hukum sampai ke luar negeri?