Say thanks by supporting us!

Our website is made possible by displaying online advertisement to our visitors. Please consider supporting to us by disabling your ad blocker.

Processing...

Penyelenggara kelas satu tidak pernah terburu-buru. Dia tidak pernah terlambat. Dia selalu menjaga lengan bajunya margin untuk yang tak terduga.

logo
Author:
Tags:
Related Quote
Show all

There can be no knowledge without emotion. We may be aware of a truth, yet until we have felt its force, it is not ours. To the cognition of the brain must be added the experience of the soul.

Selalu bersikap seolah tidak ada apapun yang terjadi, tidak peduli apa yang telah terjadi.

The great advantage of being in a rut is that when one is in a rut, one knows exactly where one is.

Your own mind is a sacred enclosure into which nothing harmful can enter except by your permission.

The price of justice is eternal publicity.

Dari semua penghuni neraka, tidak ada kecuali Lucifer yang tahu bahwa neraka adalah neraka, dan fungsi rahasia dari api penyucian adalah membuat surga menjadi kenyataan yang efektif.

Pessimism, when you get used to it, is just as agreeable as optimism.

Setiap perubahan, meski perubahan menuju kebaikan, selalu diikuti rintangan dan ketidaknyamanan.

A cause may be inconvenient, but it's magnificent. It's like champagne or high heels, and one must be prepared to suffer for it.

Showcase
Show all

Penyelenggara kelas satu tidak pernah terburu-buru. Dia tidak pernah terlambat. Dia selalu menjaga lengan bajunya margin untuk yang tak terduga.

Penyelenggara kelas satu tidak pernah terburu-buru. Dia tidak pernah terlambat. Dia selalu menjaga lengan bajunya margin untuk yang tak terduga.

Penyelenggara kelas satu tidak pernah terburu-buru. Dia tidak pernah terlambat. Dia selalu menjaga lengan bajunya margin untuk yang tak terduga.

Penyelenggara kelas satu tidak pernah terburu-buru. Dia tidak pernah terlambat. Dia selalu menjaga lengan bajunya margin untuk yang tak terduga.

Penyelenggara kelas satu tidak pernah terburu-buru. Dia tidak pernah terlambat. Dia selalu menjaga lengan bajunya margin untuk yang tak terduga.

Penyelenggara kelas satu tidak pernah terburu-buru. Dia tidak pernah terlambat. Dia selalu menjaga lengan bajunya margin untuk yang tak terduga.

Penyelenggara kelas satu tidak pernah terburu-buru. Dia tidak pernah terlambat. Dia selalu menjaga lengan bajunya margin untuk yang tak terduga.

Penyelenggara kelas satu tidak pernah terburu-buru. Dia tidak pernah terlambat. Dia selalu menjaga lengan bajunya margin untuk yang tak terduga.

Penyelenggara kelas satu tidak pernah terburu-buru. Dia tidak pernah terlambat. Dia selalu menjaga lengan bajunya margin untuk yang tak terduga.

Penyelenggara kelas satu tidak pernah terburu-buru. Dia tidak pernah terlambat. Dia selalu menjaga lengan bajunya margin untuk yang tak terduga.

Penyelenggara kelas satu tidak pernah terburu-buru. Dia tidak pernah terlambat. Dia selalu menjaga lengan bajunya margin untuk yang tak terduga.

Penyelenggara kelas satu tidak pernah terburu-buru. Dia tidak pernah terlambat. Dia selalu menjaga lengan bajunya margin untuk yang tak terduga.

Penyelenggara kelas satu tidak pernah terburu-buru. Dia tidak pernah terlambat. Dia selalu menjaga lengan bajunya margin untuk yang tak terduga.

Penyelenggara kelas satu tidak pernah terburu-buru. Dia tidak pernah terlambat. Dia selalu menjaga lengan bajunya margin untuk yang tak terduga.

Penyelenggara kelas satu tidak pernah terburu-buru. Dia tidak pernah terlambat. Dia selalu menjaga lengan bajunya margin untuk yang tak terduga.