Say thanks by supporting us!

Our website is made possible by displaying online advertisement to our visitors. Please consider supporting to us by disabling your ad blocker.

Processing...

Tidak ada bangsa yang bisa makmur sampai ia belajar bahwa ada banyak martabat dalam mengolah ladang seperti dalam menulis puisi.

logo
Tags:
Related Quote
Show all

Associate yourself with people of good quality, for it is better to be alone than in bad company.

To hold a man down, you have to stay down with him.

Tidak ada yang pernah datang kepada saya, itu berharga, kecuali sebagai hasil kerja keras.

Dari semua bentuk perbudakan tidak ada yang begitu berbahaya dan merendahkan sebagai bentuk perbudakan yang menggoda seseorang untuk membenci orang lain dengan alasan ras atau warna kulitnya.

No man, who continues to add something to the material, intellectual and moral well-being of the place in which he lives, is left long without proper reward.

Ada dua cara untuk mengerahkan kekuatan seseorang: yang satu menekan, yang lain menarik.

Success in life is founded upon attention to the small things rather than to the large things; to the every day things nearest to us rather than to the things that are remote and uncommon.

There are two ways of exerting one's strength: one is pushing down, the other is pulling up.

Character, not circumstances, makes the man.

Showcase
Show all

Tidak ada bangsa yang bisa makmur sampai ia belajar bahwa ada banyak martabat dalam mengolah ladang seperti dalam menulis puisi.

Tidak ada bangsa yang bisa makmur sampai ia belajar bahwa ada banyak martabat dalam mengolah ladang seperti dalam menulis puisi.

Tidak ada bangsa yang bisa makmur sampai ia belajar bahwa ada banyak martabat dalam mengolah ladang seperti dalam menulis puisi.

Tidak ada bangsa yang bisa makmur sampai ia belajar bahwa ada banyak martabat dalam mengolah ladang seperti dalam menulis puisi.

Tidak ada bangsa yang bisa makmur sampai ia belajar bahwa ada banyak martabat dalam mengolah ladang seperti dalam menulis puisi.

Tidak ada bangsa yang bisa makmur sampai ia belajar bahwa ada banyak martabat dalam mengolah ladang seperti dalam menulis puisi.

Tidak ada bangsa yang bisa makmur sampai ia belajar bahwa ada banyak martabat dalam mengolah ladang seperti dalam menulis puisi.

Tidak ada bangsa yang bisa makmur sampai ia belajar bahwa ada banyak martabat dalam mengolah ladang seperti dalam menulis puisi.

Tidak ada bangsa yang bisa makmur sampai ia belajar bahwa ada banyak martabat dalam mengolah ladang seperti dalam menulis puisi.

Tidak ada bangsa yang bisa makmur sampai ia belajar bahwa ada banyak martabat dalam mengolah ladang seperti dalam menulis puisi.

Tidak ada bangsa yang bisa makmur sampai ia belajar bahwa ada banyak martabat dalam mengolah ladang seperti dalam menulis puisi.

Tidak ada bangsa yang bisa makmur sampai ia belajar bahwa ada banyak martabat dalam mengolah ladang seperti dalam menulis puisi.

Tidak ada bangsa yang bisa makmur sampai ia belajar bahwa ada banyak martabat dalam mengolah ladang seperti dalam menulis puisi.

Tidak ada bangsa yang bisa makmur sampai ia belajar bahwa ada banyak martabat dalam mengolah ladang seperti dalam menulis puisi.

Tidak ada bangsa yang bisa makmur sampai ia belajar bahwa ada banyak martabat dalam mengolah ladang seperti dalam menulis puisi.