Aku ingin menjadi burung-burung yang bisa terbang bebas menuju langit tak bertepi, dan bersembunyi di balik awan.
Ini tanah leluhur kita, kita tak bisa meninggalkannya begitu saja. Aku akan lebih memilih mati di sini, daripada harus meninggalkannya.
Dan, perasaanlah yang kemudian menunjukkan arah. Sedalam apa seseorang mencintai, sedalam itu pula arah yang akan ditunjukkan. Semuanya tampak begitu sederhana.
Aku akan tetap selalu membiarkan sepotong hati Kakang untuk masa lalu Kakang, tapi berikan bagian hati Kakang yang lain kepadaku walau itu sedikit saja.
Apa yang tak bisa dicapai seseorang dalam kehidupan jika ia jujur? Orang bisa dicintai, dimuliakan dan dihormati.
Baru aku sadari kalau aku ingin terus bisa bersama Kakak. Aku ingin terus bisa melihat Kakak setiap hari? Dan, aku ingin terus bisa memegang tangan Kakak seperti ini. Apa? ini semua berlebihan?
Bukankah sangat sulit kalau terus tersenyum, kala kita benar-benar punya masalah? Bukankah senyum tersebut akan terasa palsu?
Nanti pada akhirnya kau akan menemukan jalan yang membuatmu paling merasa nyaman. Jalan yang paling membuatmu begitu tenteram, hingga kau tak lagi ingin berpaling. Ikuti jalan itu, ikuti?