Search for quotes and people
Quickly access quotes and people by running a global search.
No results found
We couldn’t find anything with that term. Please try again.
Our website is made possible by displaying online advertisement to our visitors. Please consider supporting to us by disabling your ad blocker.
Copied to Clipboard
Ada yang memisah kita, jam dinding ini
Seribu gerimis menuliskan kemarau di kaca jendela
Ada yang mengisah kita, bumi bisik-bisik ini
Bersama gemuruh yang dilemparkan jarum jam, kata-kata; bermimpilah bunga-bunga menyusun kenangannya; dari percakapan terik dan hama
Basah langit yang sampai melepaskan senja
Kenapa ia tak terkulai; dan masih bertahan juga; Dan bersenyum pada surya; yang mengunyah-ngunyah air matanya
Ada. Tapi tak ada kucium wangi kainmu sebelum pergi
Untukku ingar itu pun senantiasa menyurat; Atau mimpi; Tapi angin masih saja menggigil; mendesakkan pagi
Tak ada. Tapi langkah gerimis bukan sendiri
Tuhan, kau hanya kabar dari keluh